Kumpul Kebo, Teganya Pacar Jual Gadis RA Rp 300 Ribu di FB untuk Bayar Kost

Disdik Kab. Tanggamus

Selasa, 06 Okt 2020

65 Views

0 Comments

Menurut keterangan AKP Edi Sukamto, ARA menjual kekasih dengan tarif Rp 300.000 untuk sekali kencan.

“Setelah kita mintai keterangan, pacar laki-lakinya ini ada 9 kali menawarkan lewat aplikasi MiChat dengan pembayaran sekitar Rp 300.000. Tapi masih kita dalami, itu menurut keterangan korban,” ujar AKP Edi di Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman

Menurut keterangan korban, kata Edi, uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan bayar kost.
Sejauh ini pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus prostitusi online tersebut.

Pihak kepolisian juga masih memburu seorang terduga pelaku yang terlibat dalam kasus penjualan korban RA yang baru masuk SMA itu.
Namun lantaran ponsel yang digunakan ARA untuk menjual kekasihnya itu hilang, polisi sedikit kesulitan untuk mendapatkan bukti.

“Tapi masih belum pembuktian, karena sampai sekarang ponselnya itu enggak ada lagi. Makanya kita masih tahap pendalaman,” jelas Edi.

Menurut Edi, kedua remaja tersebut diduga berasal dari keluarga yang bermasalah. Meski begitu, polisi sudah berupaya menghubungi orangtua kedua belah pihak.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan konseling di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pematangsiantar.

ARA sendiri ditangkap petugas saat terlibat keributan di Jalan Sumber Jaya, Simpang Kerang, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin(14/9/2020) .

ARA dan terduga pelaku terlibat cekcok yang berhasil mengundang perhatian warga.

Saat itu pula, ponsel milik ARA diduga dirampas oleh terduga pelaku lainnya.

Menurut keterangan AKP Edi Sukamto, ARA menjual kekasih dengan tarif Rp 300.000 untuk sekali kencan.

“Setelah kita mintai keterangan, pacar laki-lakinya ini ada 9 kali menawarkan lewat aplikasi MiChat dengan pembayaran sekitar Rp 300.000. Tapi masih kita dalami, itu menurut keterangan korban,” ujar AKP Edi di Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman

Menurut keterangan korban, kata Edi, uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan bayar kost.
Sejauh ini pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus prostitusi online tersebut.

Pihak kepolisian juga masih memburu seorang terduga pelaku yang terlibat dalam kasus penjualan korban RA yang baru masuk SMA itu.
Namun lantaran ponsel yang digunakan ARA untuk menjual kekasihnya itu hilang, polisi sedikit kesulitan untuk mendapatkan bukti.

“Tapi masih belum pembuktian, karena sampai sekarang ponselnya itu enggak ada lagi. Makanya kita masih tahap pendalaman,” jelas Edi.

“Ada salah seorang yang kita kejar. Dari keterangan korban, dia ditemukan dengan teman pacarnya. Terjadi cekcok dan dirampas handphone. Jadi terdengar warga, perempuan ini mau dijual,” turut Edi.(*Red)